skip to main |
skip to sidebar
Assalamualaikum Wr. Wb.
Bismillah,
Revolusi Islam pastilah akan terjadi, cepat atau lambat. Selama para Mujahid masih ada, meski mujahid tersisa tinggal satu maka revolusi tidak akan pernah mati. Jika Revolusi Islam mati maka tertuplah bangsa ini dari rahmat Allah. Tapi kita bisa melihat dengan mata kepala sendiri para syuhada setiap saat menyuburkan negeri ini dengan darah mereka.
Mereka para syuhada sudah membuktikan dihadapan Allah, membuktikan bahwa mereka tidak ingkar janji terhadap jual beli yang sudah diikrarkan. Mereka sudah memulainya, darah mereka menjadi saksi Revolusi tidak berhenti. Dan kita, harus pula memulainya sesegera mungkin. Mengobarkanya tanpa rasa takut dimanapun dengan media apapun. Bergerak terus bergerak, mengajak dan menyadarkan rakyat, berhimpun dengan shaf yang kokoh dan dicintai Allah. Berlatihlah memperbaiki mental dan fisik, mempersiapkan segalanya baik harta dan jiwa. Revolusi ini tidak akan mati apakah anda turut serta ataupun hanya duduk-duduk saja. Tapi dengan anda turut serta memulai dan masuk pada ruh Revolusi, maka terhindarlah anda dari kehinaan di Dunia maupun Akhirat.
Allah akan menguji keimanan kita dengan Jihad (Qital/Revolusi). Apakah sebenarnya hati nurani kita menghendakinya, kalau ya... apakah mulut kita menyatakannya, dan jika ya... apakah kita melaksanakannya.....? jika tidak amat besar murka Allah terhadap mereka. Yang menyatakan tetapi tidak melaksanakannya (QS. As Shaf:3 Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan.).
Revolusi adalah rentetan aksi-aksi, bukan hanya sebatas statement, bukan hanya Da'wah, Tidak pula hanya Diskusi ke Diskusi, Revolusi adalah Perencanaan, Pengorganisasian, dan Pelaksanaan. Untuk menggerakan segala potensi menuju kemenangan Islam yang sesungguhnya. Sebuah Gerakan tanpa henti terus menerus, tanpa lelah, tetap istiqomah meski benteng kedzaliman berdiri tegak dan menghimpit dari berbagai arah, para Revolusioner tetap bergerak dan bergerak. Ketika musuh berhasil menghancurkan maka persiapkan lagi, membentuk lagi, dan bergerak lagi. Terus.. terus... dengan kesabaran yang dikaruniai Allah maka gerakanpun akan terus dan terus bergerak.
Maka saudara-saudara yang belum melaksanakannya cepatlah bertaubat agar murka Allah tidak menimpa kita, agar kehinaan dunia terlepas dan menjauh. Dan saudara akan tetap terpilih menjadi hamba Allah yang dipercaya membawa bendera Revolusi tetap berkibar di Negeri yang Dzalim ini. Dan Janganlah saudara menjadi salah satu generasi yang digantikan oleh Allah karena menghindar perintah Jihad. Menjadi Generasi yang lemah, terinjak-injak, terhinakan, terpinggirkan, terhempaskan oleh sistem yang Dzalim. Kemudian anda bersembunyi di gua-gua, di mesjid mewah beribadah hingga kening menghitam, di Lembaga-lembaga merampas harta rakyat hanya untuk membangun cangkang tanpa mampu membela mereka dengan menegakan keadilan dari Syariat yang harus diperjuangkan, berda'wah hingga mulut berbusa agar pulang mendapat amplop berlipat tapi tidak perduli bahwa kemudian umat kembali menikmati penindasannya. Keluarlah dari "persembunyian" saudara. Keluarlah untuk ikut bergerak didalam ruh Revolusi. Jadilah penolong agama Allah seperti al Hawariyun (QS. As Shaf:14, Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong-penolong (agama) Allah sebagaimana Isa putra Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah? "Pengikut-pengikut yang setia itu berkata:" Kamilah penolong-penolong agama Allah ", lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan (yang lain) kafir; maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang.) dan jadilah orang yang Menang.
Dan Revolusi harus segera dimulai. Dari diri kita, saudara-saudara. Bangkitlah dari kebodohan yang diakibatkan Doktrin-doktrin pemimpin yang membuat kita lemah. Bergabunglah dengan Shaf-shaf yang lurus, yang masih memegang teguh panji-panji Jihad. Mereka yang sedang I'dad (berlatih), mereka yang masih mempunyai keyakinan bahwa peperangan belumlah usai hingga Syariat tegak dan Fitnah (Pancasila) hilang dari muka bumi Indonesia.
QS. Al Isra':81, Dan Katakanlah: "Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap". Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.
QS. al-Baqarah (2) : 193
Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) agama itu hanya untuk Allah belaka. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim.
Allahu Akbar...Allahu Akbar...Allahu Akbar...